Tampilkan postingan dengan label kredit usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kredit usaha. Tampilkan semua postingan

Daftar 8 Bank dengan Kredit Usaha Mikro Bunga di Bawah 10%

Kredit Usaha — Kredit usaha mikro atau kredt mikro saat ini biasanya ditawarkan oleh bank dengan plafon antara Rp5 juta hingga Rp500 juta atau sesuai dengan kebijakan masing-masing bank. Meski saat ini bisa dibilang, kredit usaha mikro identik dengan bunga yang tinggi, namun banyak perngusaha terutama pengusaha UMKM yang mendambakan untuk mendapatkan kredit tersebut.

Bagaimana tidak, kredit usaha terutama kredit mikro akan sangat membantu para pengusaha kecil dalam menambah modal mereka untuk mengembangkan usaha yang dimilikinya. Sehingga, bunga yang tinggi ini sangat disayangkan oleh para pengusaha UMKM.

Untungnya, dari data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan yang dirilis pada situs Bank Indonesia (BI), per April 2013, terdapat 8 (delapan) perbankan yang berani memberikan bunga rendah, di bawah 10%, untuk kredit mikronya. Dari 8 bank ini, sebagian besar atau lebih dari setengahnya merupakan Bank Pembangunan Daerah atau BPD. 

Daftar 8 Bank dengan Kredit Usaha Mikro Bunga di Bawah 10%

Berikut adalah list dari 8 bank yang dengan kredit mikro beruanga bunga rendah di bawah 10% berdasarkan data BI per April 2013: 
Bank dengan kredit usaha mikro bunga rendah
Bank dengan kredit usaha mikro bunga rendah

  • BPD Jateng - 6,84%
  • Bank of China Ltd - 7,07%
  • BPD Kaltim - 8,22%
  • BPD Bali - 8,23%
  • BPD Kalsel - 8,46%
  • BPD Riau Kepri - 9,23%
  • BPD Kalbar - 9,81%
  • Bank Sinarmas - 9,98%
BUMN
Sementara untuk bank berpelat merah atau BUMN, terdapat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang memberikan bunga kredit  yang lebih menarik dibandingkan dengan bank BUMN lainnya:

  • BNI - 11,60%
  • BTN - 17,75%
  • BRI - 19,25%
  • Bank Mandiri - 22,00%
Untuk diingat, daftar suku bunga ini dapat berbeda dengan data yang dipublikasikan pada situs resmi perbankan (bila ada), papan pengumuman setiap kantor bank dan atau surat kabar. Hal ini disebabkan menggunakan posisi data yang berbeda. 

5 Kesalahan Umum dalam Rencana Bisnis untuk Kredit Usaha

Kesalahan memang bisa membuat kita untuk belajar, namun kesalahan dalam menyususn rencana bisnis merupakan hal yang sebaiknya dihindari. Pasalnya kesalahan penyusunan rencana bisnis bisa menjadi awal dari kehancuran bisnis. Selain karena nantinya bisnis kita akan berjalan sesuai dengan rencana ini, saat kita mengajukan kredit usaha ke bank atau calon investor kita, rencana bisnis inilah yang akan dijadikan pertimbangan oleh mereka.


Kesalahan Rencana Bisnis untuk Kredit Usaha

5-kesalahan-dalam-rencana-bisnis
5-kesalahan-dalam-rencana-bisnis

5 kesalahan yang sebaiknya kita hindari ketika menyusun rencana bisnis di antarannya:

  • Tidak fokus terhadap kompetitor. Jangan sampai menganggap remeh atau menutup-nutupi keadaan kompetitor yang sebenarnya dengan anggapan bahwa bank akan memberi kredit usahas jika saingan kita tidak terlalu berat. Bank pemberi kredit usaha justru lebih perlu untuk mengetahui bagaimana persaingan bisnis dan bagaimana rencana kita untuk bersaing dengan mereka.
  • Proyeksi keuangan yang tidak realistis. Investor dan bank pemberi kredit usaha mengharapkan untuk melihat rencana bisnis yang menggambarkan rencana proyeksi keuangan yang realistis sebagai antisipasi
  • Tidak memiliki target konsumen yang jelas. Kita harus menentukan pasar usaha kita dan menyajikan gambaran yang jelas akan target konsumen.
  • Terlalu heboh. Rencana bisnis yang terlalu heboh dan terlalu banyak menggunakan kata superlatif (ter-) bisa menjatuhkan rencana bisnis kita.  Buatlah bank pemberi kredit usaha tertarik dengan ide bisnis kita, bukan karena kata-kata yang berlebihan.
  • Riset yang buruk.  Pastikan riset Anda akurat, up-to-date, dan dapat diverifikasi.

Selain lima kesalahan fatal di atas, beberapa kesalahan yang harus dihindari lainnya adalah penulisan yang tidak menarik dan bertele-tele.

Kesalahan Rencana Bisnis untuk Kredit Usaha yang Harus Dihindari


Ketika kita mengajukan  kredit usaha bank akan menimbang kelayakan usaha kita untuk diberikan atau tidak melalui rencana bisnis. Maka dari itu, rencana bisnis harus disusun dengan cermat dan sebisa mungkin minimallisir kesalahan didalamnya.

Kesalahan Rencana Bisnis untuk Kredit Usaha


Berikut adalah 5 kesalahan yang wajib kita hindari ketika menyusun rencana bisnis di antarannya:
Kesalahan Rencana bisnis
Kesalahan Rencana bisnis
  • Proyeksi keuangan yang tidak realistis. Bank pemberi kredit usaha mengharapkan untuk melihat rencana bisnis yang menggambarkan rencana proyeksi keuangan yang realistis sebagai antisipasi perkembangan usaha.

     
  •  Kita harus menentukan pasar usaha kita dan menyajikan gambaran yang jelas akan target konsumen.

     
  • Rencana bisnis yang terlalu heboh dan terlalu banyak menggunakan kata superlatif (ter-) bisa menjatuhkan rencana bisnis kita.  Buatlah bank pemberi kredit usaha tertarik dengan ide bisnis kita, bukan karena kata-kata yang berlebihan.

     
  • Pastikan riset Anda akurat, up-to-date, dan dapat diverifikasi.

     
  • Jangan sampai menganggap remeh atau menutup-nutupi keadaan kompetitor yang sebenarnya dengan anggapan bahwa bank akan memberi kredit usahas jika saingan kita tidak terlalu berat. Bank pemberi kredit usaha justru lebih perlu untuk mengetahui bagaimana persaingan bisnis dan bagaimana rencana kita untuk bersaing dengan mereka.(raw)


Bagaimana Menentukan usaha yang Tepat?

Sebagian orang ada yang sudah siap untuk meninggalkan pekerjaan hariannya dan beralih untuk membuka bisnis pribadi. Tapi membangun usaha sendiri juga bukan merupakan usaha yang gampang. Beberpa masalah yang biasanya timbul ketika akan membuka usaha baru adalah: permodalan dan jenis usaha yang akan dijalankan. Untuk permodalan kita bisa mengajukan kredit usaha ke bank. Sedangakan untuk jenis usaha yang tepat, perlu trik agar Anda tidak salah menentukannnya.

 

Menentukan bisnis yang tepat


menentukan-bisnis-yang-tepat
menentukan-bisnis-yang-tepat
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menentukan bisnis yang tepat untuk Anda:

  •  Pilihlah bidang usaha yang menarik bagi Anda
  • Lakukan analisis terhadap kompetitor Anda.
  • Lakukan riset pasar untuk menilai potensi pasar yang realistis untuk bisnis Anda. “Apakah orang akan tertarik membelinya?”
  • Lakukan riset mengenai jenis dan produk usaha yang terdapat dalam bidang tersebut.
  • Lakukan riset untuk mengetahui kebutuhan dalam usaha tersebut yang selama ini belum terpenuhi, misalnya secara geografis (tempat usaha), harga, produk tambahan, servis, dan sebagainya.
  • Buatlah rencana bisnis sederhana untuk usaha yang akan memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Periksa kembali dan lakukan revisi terhadap rencana bisnis Anda. Kemudian tentukan kebutuhan data Anda.
  • Jika diperlukan, carilah sumber dana melalui investor atau mengajukan kredit usaha ke bank.

Proses dan Cara Mengajukan KUR

Permodalan bisa dikatakan merupakan kendala utama pada pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Pemerintah Indonesia pun mengetahui hal ini dan telah berusaha membantu  para pelaku UMKM di Indonesia dengan memberikan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).  Fasilitas KUR sendiri biasanya ditawarkan oleh beberapa perbankan pemerintah di Indonesia.

Syarat dan Ketentuan KUR

Persyaratan mengajukan kredit usaha rakyat
Persyaratan mengajukan kredit usaha rakyat

Berikut adalah ketentuan dan persyaratan mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) ke bank pemerintah:

 
Persyaratan mengajukan kredit usaha rakyat:
  • Usaha yang dijalankan memiliki prospek dan pasar yang jelas.
  • Tidak sedang menikmati fasilitas serupa dari bank lain.
  • Melampirkan identitas diri (KK, KTP, Surat nikah).
  • Melampirkan surat legalitas usaha, seperti SIUP, akta pendirian badan usaha, NPWP, dan bukti lokasi usaha.
  • Laporan keuangan 2 tahun terakhir. Ini ditujukan agar bank dapat memerikas kondisi keuangan keuangan usaha Anda.
  • Sertakan bukti kepemilikan barang yang Anda jadikan jaminan (jika bank meminta agunan dari Anda).

Proses Selanjutnya:
  • Serahkan semua persyaratan kepada bank yang dituju
  • Pemohon menunggu pihak bank memproses aplikasi KUR.
  • Pihak bank kemudian akan melakukan survey lapangan jika semua persyaratan yang diberikan memenuhi persyaratan bank.
  • Dana kredit akan dikucurkan tidak lama setelah pengajuan kredit disetujui.

Selamat membangun usaha.

Mengapa Kredit Anda ditolak Bank? Ini alasannya



Pernahkan  mengajukan kredit   ke beberapa bank dan kemudian tidak ada satupun yang gol? Memang mengesalkan bukan?  Namun, sebelum Anda mulai menyalahkan pihak lainnya, ada baiknya Anda mengetahui penyebab mengapa kredit Anda ditolak. 



Penyebab ditolaknya kredit

alasan kredit ditolak bank
alasan kredit ditolak bank
Berikut adalah beberapa alasan umum ditolaknya kredit Anda: 



  • Aset jaminan kredit bernilai rendah. Aset untuk jaminan ini biasanya berupa tanah, bangunan, atau kendaraan. Bank bisa menolak aplikasi kredit Anda jika aset yang dijadikan jaminan dinilai rendah oleh bank, misalnya perbedaan nama antara pemiliki mobil dengan BPKB.



  • Riwayat kredit buruk. Coba cek riwayat perhutangan Anda, jangan sampai ternyata Anda memiliki tunggakan kredit macet. Karena, riwayat kredit macet Anda ini akan tercatat dalam list BI-checking yang dapat diakses oleh bank lainnya, dan mempengaruhi kesempatan Anda mendapatkan kredit.



  • Kelengkapan dokumen. Kelengkapan dokumen yang menjadi persyaratan mengajukan kredit tentunya sangat penting. Jika Anda lalai dan dokumen yang Anda sertakan dinilai kurang atau tidak lengkap, pihak bank dapat menolak pengajuan kredit Anda. Misalnya melengkapi surat izin usaha seperti SIUP bagi Anda yang berprofesi sebagai pengusaha, atau surat izin praktek bagi Anda yang berkerja di bidang profesional seperti dokter, pengacara, dan sebagainya.



  • Tidak lengkap mengisi formulir. Ini memang terlihat sepele tapi bila formulir pengajuan kredit Anda tidak lengkap, bank bisa menolak pengajuan kredit Anda. Apalagi bila ternyata nomor telepon yang bisa dihubungi tidak Anda isi atau ternyata tidak bisa dihubungi.


Dengan mengetahui penyebab umum ini Anda jadi bisa lebih mempersiapkan diri untuk mengajukan kredit berikutnya. Semoga bermanfaat. (raw)

Bosan Jadi Karyawan? Bangun Usaha Sendiri!

Bosan jadi karyawan? Ungkapan ini bukan hanya sekedar judul acara reality show pada salah satu stasiun televisi. Hal ini benar-benar terjadi di dunia nyata, beberapa orang bahkan sengaja keluar dari tempatnya bekerja dan “banting setir” menjadi pengusaha untuk kemudian membangun usaha pribadi. Membuka dan menjalankan bisnis pribadi yang sukses pastinya adalah impian setiap orang. Tentu saja hal ini tidak semudah yang dibayangkan, namun dengan kerja keras dan sungguh-sungguh tentu akan membuahkan hasil yang juga manis untuk Anda.
Membuka bisnis sendiri
Membuka bisnis sendiri
Berikut adalah tips “pindah haluan” dari karyawan menjadi bos  bisnis pribadi:
  • Pilihlah usaha yang dikuasaidengan baik dan jalankan seusai dengan passion atau minat Anda.
  • Pada masa kritis di awal-awal usaha, kadang akan ada godaan untuk kembali menjadi pegawai. Sebisa mungkin, jangan hiraukan godaanitu, karena ketika usaha sudah berjalan, godaan itu akan hilang dengan sendirinya.
  • Jangan pernah takut gagal dan khawatir kehilangan kesempatan bisnis. Bila Anda mempunyai skill yang sesuai di bidang bisnis Anda, tentunya Anda akan mengusasi bisnis yang Anda jalankan. Sehingga akan selalu ada peluang dan orang yang menghargai usaha Anda.
  • Buatlah perencanaan dan tetapkan bingkai waktu untuk mengevaluasi sejauh mana bisnis akan diteruskan, diperbaiki, diubah, atau dihentikan.
  • Bekerjalah dengan sistem limited budget.
  • Buatlah selalu ide-ide dan terobosan baru serta produk dan promo unik yang akan menjadi spesialisasi dan keunggulan Anda dibandingkan dengan saingan pasar Anda.
Semoga berguna. (raw)