Tampilkan postingan dengan label jual rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jual rumah. Tampilkan semua postingan

Kredit Renovasi, Solusi Dana Renovasi Anda


Anda sedang membangun rumah namun ditengah jalan terancam terhenti karena kurangnya dana? Mungkin ini adalah saatnya Anda memanfaatkan kredit renovasi dari perbankan.  Saat ini  bahkan Anda bisa mengajukan kredit pemilikan rumah sekaligus dengan kredit renovasi rumah. Jadi Anda dapat merenovasi rumah yang dibelinya dengan kredit pemilikan rumah.

Jumlah dan bunga cicilan kredit renovasi


kredit-renovasi-rumah
kredit renovasi rumah
Besaran dana dan bunga kredit renovasi ini juga tergantung pada kebijakan atau aturan tempat Anda mengajukan kredit.


  • Bank Konvesnsional. Bila Anda mengajukannya di bank konvensional, biasanya bank hanya akan memberikan pinjaman sebesar 80% dari jumlah rencana anggaran biaya (RAB) renovasi. Sedangkan pemilik rumah menanggung sisanya, yaitu sebesar 20%. Untuk besaran bunga cicilan, pada dua tahun pertama biasanya berupa bunga tetap (fixed) dan berkisar pada 8,5% - 12%. Sedangkan pada tahun ketiga bunga cicilan berupa bunga floating, yaitu naik mengikuti suku bunga perbankan.


  • Bank Syariah. Pada bank syariah, besaran dana yang diberikan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemohon kredit. Pencairan dana untuk kredit renovasi ini akan diturunkan secara bertahap sesuai dengan perkembangan renovasi nasabah. Sedangkan suku bunga cicilan kredit berupa bunga floating, namun jumlah angsuran nasabah tiap bulan tetap hingga masa jatuh tempo.


  • Jamsostek. Selain dari perbankan, Anda juga bisa mendapatkan fasilitas kredit renovasi rumah dari Jamsostek. Fasilitas kredit renovasi rumah dari Jamsostek ini diadakan dengan bekerja sama dengan bank tertentu. Untuk mendapatkan pembiayaan ini, Anda harus sudah terdaftar menjadi peserta Jamsostek selama minimal 5 tahun dengan upah maksimal Rp 15 juta. (raw)

Beli Rumah Secara KPR atau Tunai?

Bagi beberapa orang membeli rumah secara KPR atau tunai bisa menjadi pilihan yang cukup sulit. Bingung saat menentukan mana yang lebih baik, mana yang lebih banyak keuntungannya. Memiliki rumah baik secara KPR atau tunai tentunya masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangannya sendiri. 
Membeli rumah secara tunai memang lebih aman dan menguntungkan karena kita tidak harus mencicil dan berhutang pada siapapun. Sertifikat serta akta jual beli tanah bisa langsung  didapatkan. Namun, bila uang yang ada ternyata tidak mencukupi, tentunya cara ini menjadi mustahil dilakukan.
Jalan keluarnya tentu saja membeli rumah dengan cara KPR. Membeli rumah dengan kredit juga memiliki keuntungan yang tak kalah dari membeli dengan tunai, diantaranya:
  • Kita hanya cukup menyediakan dana untuk pembayaran uang muka yang besarnya sekitar 10%-30% dari harga rumah sepenuhnya.
  • Cicilan KPR dapat diangsur dengan waktu yang panjang hingga 20 tahun, sehingga besarnya angsuran relatif dapat terjangkau. Dengan jangka waktu yang panjang ini, kita juga dapat menyesuaikan besarnya angsuran dengan pengeluaran perbulannya.
  • Kita mungkin berpikir membeli rumah secara kredit harganya akan jatuh lebih mahal, padahal, harga properti semakin tahun semakin naik. Sehingga bila kita menunggu membeli rumah dengan cara menabung, tentunya harga rumah akan lebih tinggi.
  • Menurut pengalaman beberapa orang semua beban yang dikeluarkan selama mencicil KPR nilainya lebih kecil dengan harga jual rumah setelah jangka waktu KPR berakhir.
  • Kepastian hukum lebih terjamin karena segala sesuatu yang menyangkut hukum seperti dokumen rumah dan sebagainya telah diselidiki kebenarannya oleh bank melalui notaris.
  • Kelebihan uang muka yang ada dapat dialihkan untuk keperluan lainnya seperti renovasi rumah atau membeli perabotan.
  • Tiap tahunnya “nilai” angsuran KPR kita tiap bulan akan semakin kecil seiring dengan berjalannya waktu dan dengan ekspektasi kenaikan penghasilan tiap bulannya.
  • Kita bisa langsung memiliki dan menempati rumah baru Anda segera setelah Anda membayar DP (tergantung perjanjian antara bank dengan developer).

Bagaimana, masih ragu untuk membeli rumah dengan KPR? (raw)