Tampilkan postingan dengan label rumah baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah baru. Tampilkan semua postingan

Poin Penting Ketika Mengajukan KPR Rumah Bekas



Semakin berkurangnya lahan untuk membangun perumahan di daerah Jakarta membuat calon pembeli rumah mencari alternatif lain untuk tetap memiliki rumah di daerah ini. Selain menyewa atau membeli apartemen, alternatif lainnya adalah membeli atau mengajukan KPR rumah bekas. Rumah bekas atau rumah baru sebenarnya tidak berbeda jauh dalam hal pengajuan KPRnya, namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat mengajukan KPR Rumah bekas ini.



Hal Penting dalam Mengajukan KPR Rumah Bekas



Poin penting membeli rumah bekas dengan KPR
Poin penting membeli rumah bekas dengan KPR
Di bawah ini adalah beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat mengajukan kredit  


  • Appraisal (Penilaian Aset). Appraisal adalah proses penilaian aset (rumah) oleh bank guna mengetahui nilai rumah. Hasil dari penilaian ini nati bisa mempengaruhi uang yang harus Anda keluarkan dan bisa berbeda dengan hasil kesepakatan antara pemilik lama dengan pembeli. Jika Bank menilai rumah tersebut lebih rendah daripada harga yang diberikan penjual, maka pembeli harus merogoh koceknya lebih dalam lagi untuk uang muka.




  • DP (Down Payment)  KPR. Dengan adanya peraturan baru dari Bank Sentral sehubungan dengan jumlah maksimal LTV (Loan to Value), nilai maksimal pinjaman yang bisa diberikan oleh bank kepada pembeli adalah sebesar 70%. Sisanya yang 30% berarti harus dibayarkan sendiri oleh debitur berupa uang muka.



  • Biaya tambahan. Biaya yang dibebankan oleh bank untuk KPR rumah bekas ini terdiri atas biaya provisi, biaya appraisal, biaya notaris, biaya asuransi, biaya Akta Jual Beli (AJB) dan biaya Akta Pengalihan Hak Tanggungan (APHT). Total dari semua biaya tersebut bisa melebihi dari 5% plafon kredit. Sebaiknya persiapkan terlebih dahulu semua biaya ini agar pengajuan KPR Anda bisa lebih lancar. Selain biaya diatas, pembeli juga dikenai pajak. 



Semoga bermanfaat. (raw)

Membeli Rumah Mewah, Ini Tips!


Memiliki rumah mewah seperti di kawasan elit macam Pondok Indah, Menteng, dan Kebayoran Baru bisa jadi adalah impian setiap orang. Meski begitu,  membeli rumah mewah ini juga tidak bisa dikatakan mudah. Selain masalah bugdet, beberapa aspek seperti legalitas/hukum juga harus Anda perhatikan dengan seksama. 

Tips Membeli Rumah Mewah



membeli-rumah-mewah
membeli-rumah-mewah
Nah, buat Anda yang tertarik untuk  membeli rumah mewah di kawasan tersebut, di bawah ini adalah beberapa tips dari Head of Business Development Ray White Indonesia, Erwin Karyaseperti dikutip dari detikFinance yang bisa membantu Anda. 

  • Budget.  Pemillik atau penjual rumah di Pondok Indah tidak memiliki patokan khusus dalam menawarkan harga. Rumah di wilayah ini berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp38 miliar untuk rumah seken dengan kondisi yang masih terawat dan ukuran yang luas.


  • Jasa Broker. Anda juga bisa memanfaatkan jasa broker atau agen properti untuk memilih rumah, jika Anda memiliki waktu luang yang terbatas. Tapi, jangan lupa pastikan agen properti yang Anda pilih memiliki kreditbilitas dan reputasi yang baik.  "Broker yang baik boleh dikatakan adalah mereka yang branded, karena mereka memiliki training yang bagus hingga pelayanan kepada calon pembeli lebih baik," kata Erwin.


  • Pilih Agen yang customer oriented.  Jangan pilih agen yang hanya mencari komisi saja, dan menelantarkan konsumen begitu transaksi selesai. Pilihlah agen yang customer oriented, atau yang mementingkan kebutuhan dan kepuasaan konsumennya. 


  • Legalitas rumah. Aspek legalitas merupakan aspek yang penting. Anda tentu tidak mau bila ternyata rumah yang sudah Anda pilih memiliki masalah hukum yang belum tuntas, padahal Anda sudah membayar uang mukanya. Biasanya bila mencari melalui agen properti yang berkualitas, status hukum rumah sudah bisa terjamin.


  • Kondisi Rumah. Periksa dengan teliti bagaimana struktur rumah tersebut, apakah masih kokoh? Adakah bagian atap yang bocor, atau dinding yang retak di beberapa bagian? Kondisi yang kurang bagus ini, nantinya bisa Anda jadikan senjata ketika bernegosiasi harga dengan penjual.


  • Kondisi Rumah bukan yang utama. Lokasi, infrasturktur, dan fasilitas adalah hal yang paling penting. Jika Anda sudah merasa cocok dengan lokasi rumah tersebut dan harganya sesuai budget Anda, maka sebaiknya ambil saja. Meskipun misalnya ada kerusakan kecil dibeberapa bagian, atau ada bagian rumah yang tidak Anda suka, hal itu masih bisa Anda perbaiki nantinya. 



Selamat membeli rumah mewah idaman Anda. (raw)  

Hindari 10 Kesalahan Ini Saat Memilih Rumah (bag 2-Habis)

Meskipun Anda telah memiliki uang yang cukup untuk uang muka KPR , ada baiknya Anda untuk tidak terburu-buru ketika menentukan rumah yang Anda beli. Memilih rumah ideal untuk ditempati keluarga memang tidak selalu mudah, tapi bila Anda bersabar, pasti akan bisa mendaptkannya.


10 Hal yang Harus Dihindari Ketika Memilih Rumah KPR

kesalahan-memilih-rumah
kesalahan-memilih-ru
Nah, berikut ini adalah 10 Hal yang Harus Dihindari Ketika Memilih Rumah KPR bagian 2 (Hindari 10 Kesalahan Ini Saat Memilih Rumah  bag 1)


  • Tidak memperhitungkan keadaan perumahan kedepannya. Memang tentunya susah untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, dengan memperhatikan beberapa informasi yang ada sekarang, dapat membantu Anda menghindari masalah di masa depan. Misalnya rencana pengembangan lingkungan perumahan Anda, atau adakah rencana pembangunan jalan tol di dekat perumahan Anda beberapa tahun ke depan, dan sebagainya
   
  • Menawar harga terlalu cepat. Ingat, jangan terburu-buru. Sebaiknya lakukanlah survey terlebih dahulu. Seperti bagaimana kondisi lingkungan rumah tersebut, dan sebagainya. Apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan keadaan rumah tersebut atau tidak.

   
  • Memperbaiki rumah sendiri. Akhirnnya Anda menemukan rumah yang pas, namun ternyata ada beberapa kerusakan yang menurut Anda bisa diperbaiki sendirian. Namun, kemudian Anda sadari bahwa ternyata kerusakannya tidak semudah yang Anda pikirkan, setelah Anda terlanjur membeli semua peralatan renovasi.  Mau tak mau Anda harus menyewa jasa profesioanl. Tentunya ini  membuang waktu dan uang Anda. Akan lebih mudah dan hemat jika Anda memutuskan untuk menyewa jasa renovasi saja sejak awal.
  
  • Membayar lebih tinggi dari harga pasaran. Biasanya ini terjadi jika rumah tersebut memiliki banyak peminat, sehingga Anda terpaksa menawarkan harga yang tinggi demi mendapatkan rumah tersebut. Hal ini memiliki dampak tersendiri, yaitu:
  1. Pertama Anda harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk membayar cicilan dan bunga serta uang muka karena harga yang lebih tinggi daripada pasaran.
  2. Kedua, jika Anda berniat untuk menjualnya kembali harganya pasti akan jatuh, karena harga awalnya sudah lebih tinggi dari harga pasaran.   

  
  • Mengorbankan hal penting karena harga. Jangan membeli rumah dengan hanya dua tempat tidur jika Anda berencana untuk menambah momongan dan memerlukan 3 kamar tidur. Atau jangan membeli rumah susun karena harga yang lebih murah padahal alasan utama Anda menjual apartemen Anda karena Anda tidak suka “berbagi tembok” dengan tetangga. Memang dalam membeli rumah kita harus bisa mengkompromikan beberapa hal agar dapat membeli rumah tersebut, tapi jangan sampai Anda mengorbankan hal dasar yang penting.

Semoga bermanfaat. (raw)

Hindari 10 Kesalahan Ini Saat Memilih Rumah

Memilih rumah yang salah tentunya akan berakibat fatal. Apalagi jika rumah tersebut akan Anda dan keluarga tinggali untuk waktu yang lama. Entah menganggu kenyamanan Anda atau akan memberantakan keuangan Anda saat membayar cicilan KPR. Agar hal ini tidak terjadi pada Anda, sebaiknya Anda mengetahui 10 kesalahan dalam memilih rumah berikut ini.


10 Kesalahan memilih Rumah

10-kesalahan-memilih-rumah
10-kesalahan-memilih-rumah
Di bawah adalah 10 kesalahan yang sebaiknya dihindari saat memilih rumah.

  • Tidak memperhitungkan biaya tambahan. Anda akan memiliki pengeluaran tambahan selain cicilan KPR Anda, setelah Anda resmi memiliki rumah tersebut. Misalnya asuransi rumah, pajak, dan biaya renovasi rumah. Anda harus mempertimbangkan dan memperkirakan hal ini sebelum memilih rumah tersebut.
  • Terlanjur jatuh hati dengan  rumah yang harganya di atas kemampuan.  Memang kalau sudah jatuh cinta akan sangat susah untuk lepas. Apalagi jika ternyata fasilitas yang ada pada rumah tersebut benar-benar memanjakan Anda, seperti pagar otomatis, air panas, dan lain sebagainya. Namun perlu diingat, selain membutuhkan dana lebih banyak untuk DP, tanggungan cicilan KPR pun akan lebih besar. Maka dari itu mulailah memilih rumah dengan harga yang murah, jika tidak ada yang cocok, tingkatkan standarnya sedikit. Jika sudah menemukan rumah yang pas, tidak usah lagi mencari rumah dengan harga yang mahal.
  • Berpikir bahwa tidak ada lagi rumah yang lebih baik. Jangan terlalu terpaku pada gambaran rumah impian yang ada dalam pikiran Anda. Hal ini akan  memperkecil kemungkinan Anda mendapatkan rumah yang cocok. Dari daftar rumah yang telah Anda kunjungi, pasti setidaknya ada satu rumah yang mendekati keinginan Anda. Jika masih ada yang tidak sesuai dengan keinginan, Anda bisa melakukan sedikit renovasi.
  • Putus asa. Biasanya ketika seseorang putus asa karena tidak dapat menemukan rumah yang sesuai  dengan keinginannya, akan memilih rumah yang ada tanpa memikirkannya kembali.  Jangan sampai Anda terjebak dalam situasi seperti ini. Hal ini akan berujung pada banyak masalah, karena Anda memilih tidak dengan pikiran yang tenang. Sebaiknya Anda menunggu sebentar hingga menemukan rumah yang mendekati keinginan Anda daripada harus tergesa-gesa.
  • Mengabaikan kekurangan kecil. Kadang  Anda cenderung untuk meremehkan hal-hal kecil yang menjadi kekurangan rumah tersebut karena Anda merasa semua sudah pas dengan semua kondisi tersebut. Sebaiknya pertimbangkan kembali hal ini, karena jika ternyata untuk memperbaiki kerusakan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sebaiknya Anda mencari alternatif lain.

(bersambung ke 10 Hal yang Harus Dihindari Ketika Memilih Rumah KPR (bag 2-selesai) )

Beli Rumah Secara KPR atau Tunai?

Bagi beberapa orang membeli rumah secara KPR atau tunai bisa menjadi pilihan yang cukup sulit. Bingung saat menentukan mana yang lebih baik, mana yang lebih banyak keuntungannya. Memiliki rumah baik secara KPR atau tunai tentunya masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangannya sendiri. 
Membeli rumah secara tunai memang lebih aman dan menguntungkan karena kita tidak harus mencicil dan berhutang pada siapapun. Sertifikat serta akta jual beli tanah bisa langsung  didapatkan. Namun, bila uang yang ada ternyata tidak mencukupi, tentunya cara ini menjadi mustahil dilakukan.
Jalan keluarnya tentu saja membeli rumah dengan cara KPR. Membeli rumah dengan kredit juga memiliki keuntungan yang tak kalah dari membeli dengan tunai, diantaranya:
  • Kita hanya cukup menyediakan dana untuk pembayaran uang muka yang besarnya sekitar 10%-30% dari harga rumah sepenuhnya.
  • Cicilan KPR dapat diangsur dengan waktu yang panjang hingga 20 tahun, sehingga besarnya angsuran relatif dapat terjangkau. Dengan jangka waktu yang panjang ini, kita juga dapat menyesuaikan besarnya angsuran dengan pengeluaran perbulannya.
  • Kita mungkin berpikir membeli rumah secara kredit harganya akan jatuh lebih mahal, padahal, harga properti semakin tahun semakin naik. Sehingga bila kita menunggu membeli rumah dengan cara menabung, tentunya harga rumah akan lebih tinggi.
  • Menurut pengalaman beberapa orang semua beban yang dikeluarkan selama mencicil KPR nilainya lebih kecil dengan harga jual rumah setelah jangka waktu KPR berakhir.
  • Kepastian hukum lebih terjamin karena segala sesuatu yang menyangkut hukum seperti dokumen rumah dan sebagainya telah diselidiki kebenarannya oleh bank melalui notaris.
  • Kelebihan uang muka yang ada dapat dialihkan untuk keperluan lainnya seperti renovasi rumah atau membeli perabotan.
  • Tiap tahunnya “nilai” angsuran KPR kita tiap bulan akan semakin kecil seiring dengan berjalannya waktu dan dengan ekspektasi kenaikan penghasilan tiap bulannya.
  • Kita bisa langsung memiliki dan menempati rumah baru Anda segera setelah Anda membayar DP (tergantung perjanjian antara bank dengan developer).

Bagaimana, masih ragu untuk membeli rumah dengan KPR? (raw)