3 Trik Siasati Rumah Mungil Anda

Rumah merupakan tempat Anda melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Karenanya, rumah harus tertata dengan nyaman. Namun terkadang, kurangnya ruang, terutama pada rumah dengan ukuran kecil atau mungil, membuat rumah terasa kurang nyaman dan efektif untuk aktivitas di dalamnya.

Meski begitu, bukan berarti hal ini tidak bisa diatasi. Keterbatasan ruang seharusnya tidak membatasi Anda untuk berkreasi.

3 Trik Siasati Rumah Mungil Anda 


Berikut adalah 3 triks untuk rumah mungil Anda agar terlihat lebih luas, efektif, serta nyaman untuk ditinggali, di antaranya:
Pintu geser menghemat ruang rumah
Pintu geser menghemat ruang
  • Gunakan Pintu Geser
Pintu geser atau sliding bisa menghemat ruang di rumah mungil Anda. Pintu model ini tidak akan memakan ruang untuk aktivitas buka dan tutupnya, berbeda dengan model pintu biasa yang memakan banyak ruang.
tempat penyimpanan rahasia dalam rumah
tempat penyimpanan rahasia
  • Manfaatkan Ruang Sisa untuk Tempat Penyimpanan
Barang-barang yang diletakkan sembarangan akan menambah kesan sumpek dan sempit pada rumah mungil Anda.Selain itu, tentunya akan tidak enak dipandang dan membuat rumah tidak nyaman, bukan?

Nah, untuk mengatasi hal ini, Anda bisa memanfaatkan ruang sisa di setiap sudut rumah sebagai ruang penyimpanan. Misalnya, ruang sisa di balik pintu atau di bawah tangga bisa Anda manfaatkan sebagai rak untuk menyimpan sepatu, majalah,atau barang-barang lainnya.
ruang tamu di teras rumah
ruang tamu di teras rumah
  • Terima Tamu di Luar Rumah
Terbatasnya ruang pada rumah kecil kadang menyebabkan satu ruangan memiliki fungsi ganda. Misalnya saja, ruang tamu yang menjadi satu dengan ruang keluarga. Ini tentunya akan merepotkan bila suatu ketika Anda harus menerima tamu disaat keluarga Anda sedang ingin bersantai.

Untuk mengatasi hal ini, coba manfaatkan teras rumah dengan menjadikannya sebagai ruang tamu kecil Anda. Dengan begitu, Anda bisa tetap nyaman menerima tamu tanpa harus mengajak ke dalam rumah di saat keluarga tengah bersantai.

Semoga bermanfaat bagi Anda. (znm)

Daftar 8 Bank dengan Kredit Usaha Mikro Bunga di Bawah 10%

Kredit Usaha — Kredit usaha mikro atau kredt mikro saat ini biasanya ditawarkan oleh bank dengan plafon antara Rp5 juta hingga Rp500 juta atau sesuai dengan kebijakan masing-masing bank. Meski saat ini bisa dibilang, kredit usaha mikro identik dengan bunga yang tinggi, namun banyak perngusaha terutama pengusaha UMKM yang mendambakan untuk mendapatkan kredit tersebut.

Bagaimana tidak, kredit usaha terutama kredit mikro akan sangat membantu para pengusaha kecil dalam menambah modal mereka untuk mengembangkan usaha yang dimilikinya. Sehingga, bunga yang tinggi ini sangat disayangkan oleh para pengusaha UMKM.

Untungnya, dari data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan yang dirilis pada situs Bank Indonesia (BI), per April 2013, terdapat 8 (delapan) perbankan yang berani memberikan bunga rendah, di bawah 10%, untuk kredit mikronya. Dari 8 bank ini, sebagian besar atau lebih dari setengahnya merupakan Bank Pembangunan Daerah atau BPD. 

Daftar 8 Bank dengan Kredit Usaha Mikro Bunga di Bawah 10%

Berikut adalah list dari 8 bank yang dengan kredit mikro beruanga bunga rendah di bawah 10% berdasarkan data BI per April 2013: 
Bank dengan kredit usaha mikro bunga rendah
Bank dengan kredit usaha mikro bunga rendah

  • BPD Jateng - 6,84%
  • Bank of China Ltd - 7,07%
  • BPD Kaltim - 8,22%
  • BPD Bali - 8,23%
  • BPD Kalsel - 8,46%
  • BPD Riau Kepri - 9,23%
  • BPD Kalbar - 9,81%
  • Bank Sinarmas - 9,98%
BUMN
Sementara untuk bank berpelat merah atau BUMN, terdapat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang memberikan bunga kredit  yang lebih menarik dibandingkan dengan bank BUMN lainnya:

  • BNI - 11,60%
  • BTN - 17,75%
  • BRI - 19,25%
  • Bank Mandiri - 22,00%
Untuk diingat, daftar suku bunga ini dapat berbeda dengan data yang dipublikasikan pada situs resmi perbankan (bila ada), papan pengumuman setiap kantor bank dan atau surat kabar. Hal ini disebabkan menggunakan posisi data yang berbeda. 

Yuk, Cermat Ajukan KTA!


KTA (Kredit tanpa agunan) merupakan produk kredit yang populer alias banyak dicari oleh calon debitur. Bagaimana tidak, proses pengajuannya terbilang cepat ditambah tidak perlunya jaminan sebagai syarat untuk mengajukannya. Sehingga, banyak dicari oleh para calon debitur yang sedang membutuhkan dana yang cepat.

Meski terbilang cepat dan mudah, Anda tetap harus benar-benar memperhitungkan kemampuan bayar serta besaran kredit yang diajukan. Dengan begitu, kredit tanpa agunan yang diajukan akan lebih efektif dimanfaatkan.

Cermat Ajukan KTA


Berikut adalah 4 hal yang harus Anda perhatikan saat mengajukan KTA, seperti dirilis pada laman Tabloid Nova, yaitu:
Cermat Ajukan KTA
Cermat Ajukan KTA

  • Biaya pada KTA
Beberapa biaya yang dibebankan saat pengajuan KTA di antaranya: bunga kredit, biaya provisi, biaya keterlambatan, biaya pelunasan yang dipercepat, serta biaya asuransi.
Pada awal pengajuan, sebaiknya tanyakan dengan jelas besaran biaya yang dikenakan tersebut. Sehingga Anda bisa memilih KTA dengan biaya yang rendah. Semakin rendah biaya, tentunya jadi semakin efektif kredit tersebut.
  • Atur Besaran Cicilan Bulanan
Besaran total cicilan bulanan kredit  adalah sepertiga atau 30% dari penghasilan total per bulan. Jadi, jika sebelumnya telah memiliki pinjaman dan jumlah angsuran atau cicilan perbulannya telah melebihi sepertiga dari penghasilan, maka sebaiknya kurangi jumlah pinjaman KTA.
Contoh:
Penghasilan: Rp9 juta
1/3 penghasilan: 1/3 x Rp9 juta = Rp3 juta
Cicilan bulanan:
-       KPR: Rp1 juta
-       Kredit Motor: Rp500 ribu
Total cicilan bulanan Rp1,5 juta
Sisa yang bisa digunakan adalah: Rp3 juta – Rp1,5 juta = Rp1,5 juta
Maka, cicilan KTA yang bisa diambil adalah sebesar Rp1,5 juta per bulan.
  • Jangka Waktu Cicilan Terpendek Lebih Baik
Jangka waktu untuk cicilan KTA biasanya ditawarkan sekitar 1 hingga 3 tahun. Kebanyakan orang biasanya memilih jangka waktu terlama yakni 3 tahun. Padahal, semakin lama waktu kredit, maka tentu akan semakin besar pula bunga yang harus dibayarkan. Makanya, tidak usah memilih hingga jangka waktu tiga tahun bila ternyata mampu mencicil hanya dalam waktu dua tahun.
  • Bayar Lunas Sebelum Akhir Tenor
Bila Anda berencana untuk melakukan pelunasan sebelum waktunya, sebelumnya, tanyakan apakah hal tersebut diperbolehkan atau tidak oleh bank pemberi KTA. Pertimbangkan besaran pinalti yang dibebankan. Kalau ternyata, utang pokok ditambah dengan pinalti jumlahnya lebih besar dari pada total sisa pembayaran hingga akhir tenor, sebaiknya tunda pelunasan hingga akhir tenor saja.

Semoga bisa membantu Anda dalam menggunakan KTA dengan bijak. (raw

Tips untuk KPR Rumah Second


Bila sebelumnya telah dibahas mengenai Plus Minus Beli Rumah Second , maka sekarang akan dibahas mengenai Tips mengajukan KPR Rumah second. Ya, membeli rumah second pun bisa menggunakan KPR

Ini tentu sangat membantu, apalagi harga rumah second atau bekas, kadang tidak kalah mahal atau malah ada yang lebih mahal dibandingkan dengan harga rumah baru.  Mengajukan KPR untuk rumah second ini pun secara umum tidak jauh berbeda dengan mengajukan KPR untuk rumah baru. Namun begitu, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan cermati agar pengajua kredit rumah second ini lancar.

Tips KPR Rumah Second

Berikut adalah beberapa tips mengajukan KPR rumah bekas yang bisa membantu, di antaranya:

Hitung dan Persiapkan Kemampuan Beli 
Tips mengajukan KPR Rumah second
Tips mengajukan KPR Rumah second

Besar angsuran kredit yang disetujui oleh bank adalah sebesar maksimal 30% dari pendapatan tetap kita setiap bulannya. Bila telah menikah, jumlah pendapatan ini pun bisa digabung dengan pendapatan pasangan atau joint income.
Selain besaran cicilan, biaya lain yang harus dipersiapkan adalah DP kredit sebesar 30%, pajak 5% dari harga rumah, dan biaya administrasi antara 5% hingga 7% dari nilai kredit.

Tawar Harga
Bila kita membeli rumah dari pemiliknya langsung, kita masih bisa menawar harganya. Maka,  jangan ajukan KPR sebelum kita bernegosiasi dan mendapatkan deal harga yang pas dengan keuangan dengan penjual rumah. Nah, untuk mendapatkan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan kantong dan tidak berbeda dengan harga pasaran, sebaiknya lakukanlah survei harga terlebih dahulu.

Persiapkan Persyaratan Pengajuan Kredit
Secara umum, syarat untuk mengajukan KPR rumah baru dan rumah bekas sama, namun ada sedikit perbedaan. Beberapa persyaratan untuk mengajukan KPR rumah bekas antara lain adalah:

  1. Fotocopy Sertifikat Hak Milik (SHM),
  2. Ijin Membangun Bangunan (IMB),
  3. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tahun terakhir.
Mintalah kopian tersebut dari penjual rumah. Terakhir, janga lupa engkapi dan periksa kembali semua persyaratan agara proses pemeriksaan dan persetujuan KPR lancar.

Apply Kredit ke Lebih dari Satu Bank
Dengan begitu, akan memperbesar kesempatan kita untuk mendapatkan KPR. Selain itu, ini juga akan memberikan kita banyak  pilihan dan posisi tawar. Kita juga bisa menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu memulai dari awal lagi untuk mengajukan KPR ke bank lain jika pengajuan ditolak oleh satu bank

Pengecekan Notaris dan Appraisal
Setelah berkas aplikasi diserahkan, bank selajutnya akan melakukan appraisal (penilaian) terhadap harga rumah, serta memberikan kuasa pada notaris untuk mengecek keabsahan surat-surat dokumen rumah dan tanah (IMB, PBB, sertifikat tanah) yang ditinjau. Bila surat-surat tersebut dinilai meragukan oleh notaris, aplikasi kredit kita bisa ditolak oleh bank karena dianggap tak layak.

Akad Kredit
Nah, bila notari menilai dokumen kita valid, maka bank akan menyetujui pengajuan kredit kita. Selanjutnya kita dan penjual akan melakukan akad kredit di depan notaris.  Uang muka dibayarkan kepada penjual setelah akad dan sisanya akan dibayar oleh bank kepada penjual sesuai dengan batas kredit yang disetujui.

Perjanjian Tambahan
Perjanjian tambahan dengan penjual diperlukan untuk memperkuat posisi kita dalam hukum. Perjanjian ini penting terutama hal-hal yang terkait dengan harga yang sudah ditetapkan sehingga tidak berubah, dan yang berhubungan dengan waktu pengosongan rumah oleh penghuni lama atau penjual. Buatlah perjanjian ini bila perlu.

Semoga membantu

Nih, Plus Minus Beli Rumah Second


Meski namanya rumah bekas, tapi rumah second atau bekas ini masih banyak yang mencari. Banyak masyarakat Indonesia yang berminat untuk  membeli rumah second, terutama rumah second yang berada di daerah startegis secara ekonomis. Bahkan harga rumah second ini pun tidak kalah mahal dengan rumah baru, misalnya saja di daerah Pondok Indah atau Menteng.

Selain dari lokasinya yang startergis sehingga menguntungkan dari segi ekonomi, masih ada keuntungan dan tentu saja kekurangan dari membeli rumah second ini. Apa sajakah itu? 

Plus dan Minus Membeli Rumah Second  

Berikut Plus dan minus dari membeli rumah second yang dijabarkan oleh  Supriyadi Amir dalam bukunya Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal, antara lain:

Plus 
Plus minus beli rumah second
Plus Minus Beli Rumag Second
  • Bentuk dan kualitas bangunan yang bisa langsung terlihat, mengingat bangungannya yang sudah ada.
  • Lingkungan sosialnya sudah terbentuk. Misalnya mulai dari tetangga, sistem keamanan, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan lainnya.
  • Infrastruktur yang sudah lengkap tersedia, contohynya jalanan, sambungan listrik dan air, dan taman bermain anak.
  • Pembeli dapat menawar harga rumah, sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Apalagi bila membeli langsung dari pemiliknya yang sedang memerlukan uang.
  • Rumah bisa langsung ditempati setelah urusan jual-beli selesai.
  • PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) rumah bekas relatif lebih kecil dibandiungkan rumah baru.
  • Kecilnya risiko investasi properti karena lingkungan penunjang yang sudah mapan.
  • Telah tersedia semua fasilitas membuat pemilik baru mudah beradaptasi.
Minus
  • Pilihan tipe, harga, lokasi yang terbatas. Berbeda dengan rumah baru.
  • Design yang sudah ketinggalan zaman, meski tidak semuanya.
  • Ada kemungkinan pemilik baru perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikan dan perawatan di awal pembelian. Mengingat kualitas bangunan yang sudah lama.
  • Pemilik baru mau tidak mau harus mengubah total dengan cara renovasi bila ternyata bentuk atau designnya tidak cocok dengan keinginan.
  • Usia kontruksi yang sudah melebihi 20 tahun akan menyebakan kualitas bangunan yang menurun. Sehingga akan sulit untuk melakukan renovasi hanya sebagian saja. Jadi, pilihan yang terbaik adalah  melakukan renovasi total yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit
Semoga membantu.

Agar Tidak Tertipu Kredit Mobil Bekas Tabrakan


Kredit Mobil bekas menjadi pilihan untuk mereka yang ingin memiliki mobil namun dengan dana yang terbatas. Jangan salah, meski namanya bekas, namun bila kita pintar memilih dan tahu tentang mesin mobil, kita bisa memiliki mobil bekas dengan kualitas yang tidak kalah prima dengan mobil baru.

Karenanya, memilih mobil dalam kredit mobil memang harus sangat hati-hati, salah-salah, kita bisa saja ditipu dan membeli mobil yang ternyata bekas tabrakan. Belum lama dipakai kita harus sudah mengeluarkan uang lagi untuk memperbaikinya. Tentu tidak mau bukan?

Agar Tidak Tertipu Kredit Mobil Bekas Tabrakan


Dikutip dari Viva Otomotif, Parman Suanda, Kepala Bengkel Plaza Toyota, memberikan beberapa hal yang harus benar-benar dicermati ketika memilih mobil bekas agar tidak sampai salah memilih mobil bekas tabrakan. 
Agar Tidak Tertipu Kredit Mobil Bekas Tabrakan
Agar Tidak Tertipu Kredit Mobil Bekas Tabrakan

Bodi Mobil

Cermati benar detail dan kondisi bodi cat mobil, mulai dari grill, kap, hingga pintu. Apakah ada belang atau kondisi cat yang berbeda? Kalau ada, bisa jadi kemungkinan besar bagian tersebut pernah mengalami kerusakan karena tabrakan. Bahkan, kadanga saat cat kelihatan cukup mulus, biasanya akan terdapat sisa kompon di bagian yang pernah mengalami benturan.


Periksa kebocoran pada karet kaca. Bila kita menemukan kebocoran pada karet kaca mobil, ini indikasi perbaikan bodi yang kurang bagus dan penggunaan komponen murah pada mobil bekas. Cara untuk mengetahuinya, coba semprotkan air di bagian tersebut. Bila terjadi rembesan air ke sisi dalam kaca (ruang dalam mobil), artinya struktur bodi pernahmengalami hantaman keras atau tabrakan.


Test Drive

Saat melakukan test drive, coba kemudikan mobil pada kecepatan di atas 40km/jam di jalanan yang bagus atau rata. Biasanya, pada mobil bekas tabrakan, saat ini setir menarik ke satu sisi, kanan atau kiri.   Ini disebabkan karena jarak pijak roda depan atau belakang berubah dan tidak sesuai dengan posisi asli sebagai akibat benturan yang kencang.
"Ada sasis yang harus diluruskan karena bengkok terkena benturan," ujar Parman.

Perhatikan radius putar. Pada mobil bekas tabrakan, radius putar akan berbeda antara kanan dan kiri. Ini diakibatkan perbedaan pada jarak pijak depan dan belakang.

Bila kita kurang begitu mengerti atau tidak berpengalaman tidak ada salahnya membawa mobil tersebut ke bengkel spooring.

Selamat kredit mobil bekas.

Tips Cegah Kejahatan Kartu Kredit ala BI



Belanja kini semakin terasa mudah dengan adanya kartu kredit. Dengan kartu kredit, kita hanya tinggal menggesek kartu dan barang yang diinginkan sudah menjadi milik kita. Selain itu, kita juga bisa terhindar dari tindak pencurian karena tidak perlu membawa uang yang banyak. 

Meski begitu, kartu kredt ternyata juga bisa terkena tindal kejahatan, yakni berupa pencurian dan duplikasi data pemegang kartu yang digunakan untuk membuat kartu baru. Selanjutnya kartu ini akan digunakan untuk berbelanja dalam jumlah besar dan tagihannya tentu ditagihkan kepada si pemilik asli. Sungguh merugikan. 

Namun, kejahatan ini masih bisa dicegah.

Tips Cegah Kejahatan Kartu Kredit ala BI

Berikut adalah tips untuk mencegah tindak kejahatan kartu kredit dari BI, di antaranya:  
Tips Cegah Kejahatan Kartu Kredit ala BI
Tips Cegah Kejahatan Kartu Kredit ala BI


  • Tolak dan tegur kasir bila bersikeras menggesek kartu kredit di mesin kasir. Sejak 2010 lalu, BI telah mengimplementasikan teknologi chip pada kartu kredit di Indonesia. Dengan teknologi chip ini  cara transaksi kartu kredit pun berubah dari yang sebelumnya di-swipe (digesek) menjadi di-dip (dimasukkan) ke mesin EDC (electronic data capture). Karena itu, bila kartu  sudah di-dip di mesin EDC berarti tidak perlu lagi di-swipe. Karenanya, bila petugas kasir masih mau menggesek kembali kartu di mesin kasir, kita bisa menegur dan berhak untuk menolaknya.
  • Aktifkan notifikasi transaksi kartu kredit melalui ponsel dan aktifkan selalu ponsel kita. Dengan begitu kita bisa langsung mengetahui bila ada transaksi dari bank penerbit. Jangan lupa untuk segera menginformasikan ke bank bila terdapat perubahan nomor ponsel.
  • Teliti dan cek transaksi di lembar tagihan. Terutama bila terdapat transaksi yang tidak kita lakukan. Segera kontak bank dan minta klarifikasi jika ada transaksi yang tidak sesuai dan minta untuk memblokir kartu tersebut dan minta untuk  diganti dengan kartu baru.
  • Terakhir, Biasakan untuk selalu membayar tagihan kartu kredit tepat waktu, baik secara lunas maupun dengan mencicil. Sehingga kita terhindar dari bunga dan denda keterlambatan.

Ingat, gunakan kartu kredit dengan bijak dan jangan lengah saat bertransaksi.