Tampilkan postingan dengan label rumah bekas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah bekas. Tampilkan semua postingan

Tips untuk KPR Rumah Second


Bila sebelumnya telah dibahas mengenai Plus Minus Beli Rumah Second , maka sekarang akan dibahas mengenai Tips mengajukan KPR Rumah second. Ya, membeli rumah second pun bisa menggunakan KPR

Ini tentu sangat membantu, apalagi harga rumah second atau bekas, kadang tidak kalah mahal atau malah ada yang lebih mahal dibandingkan dengan harga rumah baru.  Mengajukan KPR untuk rumah second ini pun secara umum tidak jauh berbeda dengan mengajukan KPR untuk rumah baru. Namun begitu, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan cermati agar pengajua kredit rumah second ini lancar.

Tips KPR Rumah Second

Berikut adalah beberapa tips mengajukan KPR rumah bekas yang bisa membantu, di antaranya:

Hitung dan Persiapkan Kemampuan Beli 
Tips mengajukan KPR Rumah second
Tips mengajukan KPR Rumah second

Besar angsuran kredit yang disetujui oleh bank adalah sebesar maksimal 30% dari pendapatan tetap kita setiap bulannya. Bila telah menikah, jumlah pendapatan ini pun bisa digabung dengan pendapatan pasangan atau joint income.
Selain besaran cicilan, biaya lain yang harus dipersiapkan adalah DP kredit sebesar 30%, pajak 5% dari harga rumah, dan biaya administrasi antara 5% hingga 7% dari nilai kredit.

Tawar Harga
Bila kita membeli rumah dari pemiliknya langsung, kita masih bisa menawar harganya. Maka,  jangan ajukan KPR sebelum kita bernegosiasi dan mendapatkan deal harga yang pas dengan keuangan dengan penjual rumah. Nah, untuk mendapatkan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan kantong dan tidak berbeda dengan harga pasaran, sebaiknya lakukanlah survei harga terlebih dahulu.

Persiapkan Persyaratan Pengajuan Kredit
Secara umum, syarat untuk mengajukan KPR rumah baru dan rumah bekas sama, namun ada sedikit perbedaan. Beberapa persyaratan untuk mengajukan KPR rumah bekas antara lain adalah:

  1. Fotocopy Sertifikat Hak Milik (SHM),
  2. Ijin Membangun Bangunan (IMB),
  3. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tahun terakhir.
Mintalah kopian tersebut dari penjual rumah. Terakhir, janga lupa engkapi dan periksa kembali semua persyaratan agara proses pemeriksaan dan persetujuan KPR lancar.

Apply Kredit ke Lebih dari Satu Bank
Dengan begitu, akan memperbesar kesempatan kita untuk mendapatkan KPR. Selain itu, ini juga akan memberikan kita banyak  pilihan dan posisi tawar. Kita juga bisa menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu memulai dari awal lagi untuk mengajukan KPR ke bank lain jika pengajuan ditolak oleh satu bank

Pengecekan Notaris dan Appraisal
Setelah berkas aplikasi diserahkan, bank selajutnya akan melakukan appraisal (penilaian) terhadap harga rumah, serta memberikan kuasa pada notaris untuk mengecek keabsahan surat-surat dokumen rumah dan tanah (IMB, PBB, sertifikat tanah) yang ditinjau. Bila surat-surat tersebut dinilai meragukan oleh notaris, aplikasi kredit kita bisa ditolak oleh bank karena dianggap tak layak.

Akad Kredit
Nah, bila notari menilai dokumen kita valid, maka bank akan menyetujui pengajuan kredit kita. Selanjutnya kita dan penjual akan melakukan akad kredit di depan notaris.  Uang muka dibayarkan kepada penjual setelah akad dan sisanya akan dibayar oleh bank kepada penjual sesuai dengan batas kredit yang disetujui.

Perjanjian Tambahan
Perjanjian tambahan dengan penjual diperlukan untuk memperkuat posisi kita dalam hukum. Perjanjian ini penting terutama hal-hal yang terkait dengan harga yang sudah ditetapkan sehingga tidak berubah, dan yang berhubungan dengan waktu pengosongan rumah oleh penghuni lama atau penjual. Buatlah perjanjian ini bila perlu.

Semoga membantu

Nih, Plus Minus Beli Rumah Second


Meski namanya rumah bekas, tapi rumah second atau bekas ini masih banyak yang mencari. Banyak masyarakat Indonesia yang berminat untuk  membeli rumah second, terutama rumah second yang berada di daerah startegis secara ekonomis. Bahkan harga rumah second ini pun tidak kalah mahal dengan rumah baru, misalnya saja di daerah Pondok Indah atau Menteng.

Selain dari lokasinya yang startergis sehingga menguntungkan dari segi ekonomi, masih ada keuntungan dan tentu saja kekurangan dari membeli rumah second ini. Apa sajakah itu? 

Plus dan Minus Membeli Rumah Second  

Berikut Plus dan minus dari membeli rumah second yang dijabarkan oleh  Supriyadi Amir dalam bukunya Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal, antara lain:

Plus 
Plus minus beli rumah second
Plus Minus Beli Rumag Second
  • Bentuk dan kualitas bangunan yang bisa langsung terlihat, mengingat bangungannya yang sudah ada.
  • Lingkungan sosialnya sudah terbentuk. Misalnya mulai dari tetangga, sistem keamanan, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan lainnya.
  • Infrastruktur yang sudah lengkap tersedia, contohynya jalanan, sambungan listrik dan air, dan taman bermain anak.
  • Pembeli dapat menawar harga rumah, sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Apalagi bila membeli langsung dari pemiliknya yang sedang memerlukan uang.
  • Rumah bisa langsung ditempati setelah urusan jual-beli selesai.
  • PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) rumah bekas relatif lebih kecil dibandiungkan rumah baru.
  • Kecilnya risiko investasi properti karena lingkungan penunjang yang sudah mapan.
  • Telah tersedia semua fasilitas membuat pemilik baru mudah beradaptasi.
Minus
  • Pilihan tipe, harga, lokasi yang terbatas. Berbeda dengan rumah baru.
  • Design yang sudah ketinggalan zaman, meski tidak semuanya.
  • Ada kemungkinan pemilik baru perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikan dan perawatan di awal pembelian. Mengingat kualitas bangunan yang sudah lama.
  • Pemilik baru mau tidak mau harus mengubah total dengan cara renovasi bila ternyata bentuk atau designnya tidak cocok dengan keinginan.
  • Usia kontruksi yang sudah melebihi 20 tahun akan menyebakan kualitas bangunan yang menurun. Sehingga akan sulit untuk melakukan renovasi hanya sebagian saja. Jadi, pilihan yang terbaik adalah  melakukan renovasi total yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit
Semoga membantu.

Membeli Rumah Mewah, Ini Tips!


Memiliki rumah mewah seperti di kawasan elit macam Pondok Indah, Menteng, dan Kebayoran Baru bisa jadi adalah impian setiap orang. Meski begitu,  membeli rumah mewah ini juga tidak bisa dikatakan mudah. Selain masalah bugdet, beberapa aspek seperti legalitas/hukum juga harus Anda perhatikan dengan seksama. 

Tips Membeli Rumah Mewah



membeli-rumah-mewah
membeli-rumah-mewah
Nah, buat Anda yang tertarik untuk  membeli rumah mewah di kawasan tersebut, di bawah ini adalah beberapa tips dari Head of Business Development Ray White Indonesia, Erwin Karyaseperti dikutip dari detikFinance yang bisa membantu Anda. 

  • Budget.  Pemillik atau penjual rumah di Pondok Indah tidak memiliki patokan khusus dalam menawarkan harga. Rumah di wilayah ini berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp38 miliar untuk rumah seken dengan kondisi yang masih terawat dan ukuran yang luas.


  • Jasa Broker. Anda juga bisa memanfaatkan jasa broker atau agen properti untuk memilih rumah, jika Anda memiliki waktu luang yang terbatas. Tapi, jangan lupa pastikan agen properti yang Anda pilih memiliki kreditbilitas dan reputasi yang baik.  "Broker yang baik boleh dikatakan adalah mereka yang branded, karena mereka memiliki training yang bagus hingga pelayanan kepada calon pembeli lebih baik," kata Erwin.


  • Pilih Agen yang customer oriented.  Jangan pilih agen yang hanya mencari komisi saja, dan menelantarkan konsumen begitu transaksi selesai. Pilihlah agen yang customer oriented, atau yang mementingkan kebutuhan dan kepuasaan konsumennya. 


  • Legalitas rumah. Aspek legalitas merupakan aspek yang penting. Anda tentu tidak mau bila ternyata rumah yang sudah Anda pilih memiliki masalah hukum yang belum tuntas, padahal Anda sudah membayar uang mukanya. Biasanya bila mencari melalui agen properti yang berkualitas, status hukum rumah sudah bisa terjamin.


  • Kondisi Rumah. Periksa dengan teliti bagaimana struktur rumah tersebut, apakah masih kokoh? Adakah bagian atap yang bocor, atau dinding yang retak di beberapa bagian? Kondisi yang kurang bagus ini, nantinya bisa Anda jadikan senjata ketika bernegosiasi harga dengan penjual.


  • Kondisi Rumah bukan yang utama. Lokasi, infrasturktur, dan fasilitas adalah hal yang paling penting. Jika Anda sudah merasa cocok dengan lokasi rumah tersebut dan harganya sesuai budget Anda, maka sebaiknya ambil saja. Meskipun misalnya ada kerusakan kecil dibeberapa bagian, atau ada bagian rumah yang tidak Anda suka, hal itu masih bisa Anda perbaiki nantinya. 



Selamat membeli rumah mewah idaman Anda. (raw)  

Hindari 10 Kesalahan Ini Saat Memilih Rumah (bag 2-Habis)

Meskipun Anda telah memiliki uang yang cukup untuk uang muka KPR , ada baiknya Anda untuk tidak terburu-buru ketika menentukan rumah yang Anda beli. Memilih rumah ideal untuk ditempati keluarga memang tidak selalu mudah, tapi bila Anda bersabar, pasti akan bisa mendaptkannya.


10 Hal yang Harus Dihindari Ketika Memilih Rumah KPR

kesalahan-memilih-rumah
kesalahan-memilih-ru
Nah, berikut ini adalah 10 Hal yang Harus Dihindari Ketika Memilih Rumah KPR bagian 2 (Hindari 10 Kesalahan Ini Saat Memilih Rumah  bag 1)


  • Tidak memperhitungkan keadaan perumahan kedepannya. Memang tentunya susah untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, dengan memperhatikan beberapa informasi yang ada sekarang, dapat membantu Anda menghindari masalah di masa depan. Misalnya rencana pengembangan lingkungan perumahan Anda, atau adakah rencana pembangunan jalan tol di dekat perumahan Anda beberapa tahun ke depan, dan sebagainya
   
  • Menawar harga terlalu cepat. Ingat, jangan terburu-buru. Sebaiknya lakukanlah survey terlebih dahulu. Seperti bagaimana kondisi lingkungan rumah tersebut, dan sebagainya. Apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan keadaan rumah tersebut atau tidak.

   
  • Memperbaiki rumah sendiri. Akhirnnya Anda menemukan rumah yang pas, namun ternyata ada beberapa kerusakan yang menurut Anda bisa diperbaiki sendirian. Namun, kemudian Anda sadari bahwa ternyata kerusakannya tidak semudah yang Anda pikirkan, setelah Anda terlanjur membeli semua peralatan renovasi.  Mau tak mau Anda harus menyewa jasa profesioanl. Tentunya ini  membuang waktu dan uang Anda. Akan lebih mudah dan hemat jika Anda memutuskan untuk menyewa jasa renovasi saja sejak awal.
  
  • Membayar lebih tinggi dari harga pasaran. Biasanya ini terjadi jika rumah tersebut memiliki banyak peminat, sehingga Anda terpaksa menawarkan harga yang tinggi demi mendapatkan rumah tersebut. Hal ini memiliki dampak tersendiri, yaitu:
  1. Pertama Anda harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk membayar cicilan dan bunga serta uang muka karena harga yang lebih tinggi daripada pasaran.
  2. Kedua, jika Anda berniat untuk menjualnya kembali harganya pasti akan jatuh, karena harga awalnya sudah lebih tinggi dari harga pasaran.   

  
  • Mengorbankan hal penting karena harga. Jangan membeli rumah dengan hanya dua tempat tidur jika Anda berencana untuk menambah momongan dan memerlukan 3 kamar tidur. Atau jangan membeli rumah susun karena harga yang lebih murah padahal alasan utama Anda menjual apartemen Anda karena Anda tidak suka “berbagi tembok” dengan tetangga. Memang dalam membeli rumah kita harus bisa mengkompromikan beberapa hal agar dapat membeli rumah tersebut, tapi jangan sampai Anda mengorbankan hal dasar yang penting.

Semoga bermanfaat. (raw)

Hindari 10 Kesalahan Ini Saat Memilih Rumah

Memilih rumah yang salah tentunya akan berakibat fatal. Apalagi jika rumah tersebut akan Anda dan keluarga tinggali untuk waktu yang lama. Entah menganggu kenyamanan Anda atau akan memberantakan keuangan Anda saat membayar cicilan KPR. Agar hal ini tidak terjadi pada Anda, sebaiknya Anda mengetahui 10 kesalahan dalam memilih rumah berikut ini.


10 Kesalahan memilih Rumah

10-kesalahan-memilih-rumah
10-kesalahan-memilih-rumah
Di bawah adalah 10 kesalahan yang sebaiknya dihindari saat memilih rumah.

  • Tidak memperhitungkan biaya tambahan. Anda akan memiliki pengeluaran tambahan selain cicilan KPR Anda, setelah Anda resmi memiliki rumah tersebut. Misalnya asuransi rumah, pajak, dan biaya renovasi rumah. Anda harus mempertimbangkan dan memperkirakan hal ini sebelum memilih rumah tersebut.
  • Terlanjur jatuh hati dengan  rumah yang harganya di atas kemampuan.  Memang kalau sudah jatuh cinta akan sangat susah untuk lepas. Apalagi jika ternyata fasilitas yang ada pada rumah tersebut benar-benar memanjakan Anda, seperti pagar otomatis, air panas, dan lain sebagainya. Namun perlu diingat, selain membutuhkan dana lebih banyak untuk DP, tanggungan cicilan KPR pun akan lebih besar. Maka dari itu mulailah memilih rumah dengan harga yang murah, jika tidak ada yang cocok, tingkatkan standarnya sedikit. Jika sudah menemukan rumah yang pas, tidak usah lagi mencari rumah dengan harga yang mahal.
  • Berpikir bahwa tidak ada lagi rumah yang lebih baik. Jangan terlalu terpaku pada gambaran rumah impian yang ada dalam pikiran Anda. Hal ini akan  memperkecil kemungkinan Anda mendapatkan rumah yang cocok. Dari daftar rumah yang telah Anda kunjungi, pasti setidaknya ada satu rumah yang mendekati keinginan Anda. Jika masih ada yang tidak sesuai dengan keinginan, Anda bisa melakukan sedikit renovasi.
  • Putus asa. Biasanya ketika seseorang putus asa karena tidak dapat menemukan rumah yang sesuai  dengan keinginannya, akan memilih rumah yang ada tanpa memikirkannya kembali.  Jangan sampai Anda terjebak dalam situasi seperti ini. Hal ini akan berujung pada banyak masalah, karena Anda memilih tidak dengan pikiran yang tenang. Sebaiknya Anda menunggu sebentar hingga menemukan rumah yang mendekati keinginan Anda daripada harus tergesa-gesa.
  • Mengabaikan kekurangan kecil. Kadang  Anda cenderung untuk meremehkan hal-hal kecil yang menjadi kekurangan rumah tersebut karena Anda merasa semua sudah pas dengan semua kondisi tersebut. Sebaiknya pertimbangkan kembali hal ini, karena jika ternyata untuk memperbaiki kerusakan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sebaiknya Anda mencari alternatif lain.

(bersambung ke 10 Hal yang Harus Dihindari Ketika Memilih Rumah KPR (bag 2-selesai) )